Pages

Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2011

"Dunia Dalam Mimpi"

Bagi Anda, realitas adalah semua yang dapat disentuh dengan tangan dan dilihat dengan mata. Di dalam mimpi, Anda juga dapat "menyentuh dengan tangan dan melihat dengan mata Anda", namun dalam kenyataan, Anda tidak memiliki tangan dan mata, juga tidak ada yang dapat disentuh atau dilihat. Tidak ada realitas material yang membuat hal ini terjadi kecuali otak Anda. Anda telah tertipu. Apakah yang memisahkan kehidupan nyata dengan mimpi?


Pada dasarnya kedua bentuk kehidupan tersebut terjadi di dalam otak. Jika kita dengan mudah dapat hidup dalam dunia tak nyata selama bermimpi, hal yang sama dapat terjadi di dunia yang kita diami. Ketika kita terbangun dari sebuah mimpi, tidak ada alasan logis untuk tidak berpikir bahwa kita telah memasuki mimpi yang lebih panjang yang kita sebut "kehidupan nyata".


Anggapan kita bahwa mimpi adalah khayalan dan dunia sadar adalah dunia sesungguhnya, merupakan kebiasaan dan praduga. Jadi bisa saja kita dibangunkan dari kehidupan di bumi — yang kita anggap tempat kita hidup sekarang — sebagaimana kita dibangunkan dari sebuah mimpi...

Sabtu, 18 Juni 2011

REVOLUSI

 Teriakan-teriakan aksi masa sekarang sudah berubah, bukan lagi reformasi, tapi sudah menjurus kepada REVOLUSI. Teriakan seperti itu kerap diidentikan dengan peristiwa berdarah, bahkan perang saudara. Tokoh sekaliber Gus Dur-pun sampai mengeluarkan pernyataan "Waspadai Revolusi Sosial". Pernyataan seperti ini dapat meresahkan masyarakat, mengingat stigma-stigma menyeramkam tertanam pada kata "REVOLUSI" tadi.
Mari kita bahas apa REVOLUSI itu sebenarnya, walaupun secara singkat....




1. Apa itu REVOLUSI ? Apa bedanya dengan reformasi ?

REVOLUSI adalah suatu proses dalam masyarakat dengan rentang waktu tertentu terjadi perubahan-perubahan yg sangat mendasar dan radikal. Sedangkan reformasi adalah proses dalam masyarakat dengan rentang waktu tertentu terjadi perubahan-perubahan juga, namun perubahannya gradual dan bertahap.
      Berbeda dengan REVOLUSI, terbukti dalam sejarah bahwa reformasi selalu memberikan kesempatan kepada golongan pro-status quo untuk memperkuat diri dalam usahanya untuk menghajar kelompok-kelompok yg pro-perubahan.


2. Bagaimana REVOLUSI terjadi ?
Sebuah REVOLUSI selalu diawali oleh sebuah krisis, baik itu krisis ekonomi ataupun krisis politik. Krisis ini menyebabkan rakyat tidak percaya lagi terhadap penguasa. Ketidak percayaan ini tumbuh menjadi antipati dan kebencian, serta mulai timbul kesadaran bahwa krisis yg sedang terjadi disebabkan oleh ulah pemerintah yg lebih mementingkan diri sendiri dan segolongan kecil orang. Akibatnya masyarakat menginginkan pergantian kekuasaan yg mewakili mereka. Rentang waktu mulai dari timbulnya kesadaran masyarakat (ditandai dengan aksi massa) sampai terjadi penggantian kekuasaan, itulah yg disebut REVOLUSI.
       Tentu saja REVOLUSI berbeda dengan reformasi. Dalam REVOLUSI ; keinginan, kesadaran, dan peranan massa sangat besar. Sedangkan dalam reformasi ; peranan elit politik lebih besar. Apabila kita melihat konteks demokrasi sebagai pemerintahan rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat, maka REVOLUSI (yg lebih mengutamakan kesadaran rakyat) lebih mewakili konsep demokrasi.


3. Kapan REVOLUSI terjadi ?
Karena REVOLUSI sangat bergantung pada kesadaran massa, maka tanggal main REVOLUSI tidak dapat ditentukan dari dialektika massa rakyat walaupun dapat diprediksi dengan analisa ekonomi politik. Intinya bukan pengendalian diri seperti kata "kyai sejuta umat" tapi tergantung pada kontradiksi dalam masyarakat yg tajam, sebagai contoh kontradiksi antara kaum feodal dan borjuis pada era REVOLUSI Perancis.


4. Apa itu kaum progresif ?
Kaum progresif adalah orang-orang yg memiliki kesadaran akan perlunya perubahan melalui proses REVOLUSI. Kaum progresif ini harus melakukan mekanisme kerja organisasi, tepatnya kerja organisasi vanguard (pelopor), yg akan menjadi organ pelopor yg mempersiapkan masyarakat menuju REVOLUSI. Kerja revolusioner (biasa disebut begitu), pada dasarnya adalah membuat pendidikan-pendidikan politik untuk masyarakat dan membantu mereka membentuk organisasi-organisasi sehingga setelah REVOLUSI, masyarakattelah siap menjalankan fungsi-fungsi negara dalam pemeritahan demokratik sebenar-benarnya.
       Tidak mungkin ada proses perubahan tanpa ada yg membangun organisasi-organisasi rakyat yg memperjuangkan kepentingan-kepentingan rakyat. Tidak akan ada REVOLUSI Perancis, Kommune Paris, REVOLUSI Amerika, bahkan REVOLUSI kemerdekaan Indonesia, tanpa ada organisasi-organisasi rakyat yg berjuang demi kepentingan rakyat sendiri.

5. Apa itu REVOLUSI demokratik ?
REVOLUSI untuk mendirikan kehidupan rakyat yg demokratik dinamakan REVOLUSI demokratik. Dalam REVOLUSI ini semua pergerakan yg memperjuangkan proses demokrasi harus dilibatkan. Perbedaan ideologi harus dikesampingkan, simpan dulu dalam-dalam. Mengapa ? Karena ciri khas demokrasi adalah perbedaan pendapat.


6. Bagaimana tahapan-tahapan REVOLUSI demokratik ?

Tahapan pertama adalah terjadi krisis akibat tindakan penguasa, Kekecewaan yg mendalam membuahkan sikap anti penguasa. Jika tanpa disertai organisasi massa, hal itu akan cenderung mengarah pada tindakan brutal dan tidak terarah. Organisasi masyarakat inilah yg kemudian memperjuangkan perubahan yg tidak mungkin hanya dilakukan oleh mahasiswa, perubahan ini memerlukan semua elemen-elemen yg ada di masyarakat.
      Aksi-aksi massa ini pada prosesnya harus radikal. Mengapa ? Karena kalau sampai jadi moderat, maka masyarakat hanya terpuaskan oleh perubahan yg terjadi pada permukaan masalah saja, bukan pada inti masalahnya. Dengan kata lain, momentum tersebut dikuasai oleh kaum elit, terutama mereka yg mementingkan dirinya saja atau mereka yg ingin mendapatkan kekuasaan.
      Segenap elemen yg memperjuangkan demokrasi haruslah terlibat dalam pengorganisasian massa ini. Apabila rakyat telah menjadi elemen yg paling menentukan dalam sebuah negara, maka proses REVOLUSI demokratik mulai memasuki tahap kemenangan bagi rakyat (walaupun belum final).
      Tahapan-tahapan REVOLUSI tersebut, apabila dikaitkan dengan keadaan Indonesia, jelas terlihat bahwa REVOLUSI sosial sama sekali belum terjadi. Kenapa ? Karena pertama, REVOLUSI sosial haruslah melalui proses REVOLUSI demokratik. Kedua, perlunya penegasan tentang REVOLUSI sosial, agar REVOLUSI sosial itu dapat dipahami dan dimengerti hingga tidak lagi ada anggapan sebagai sesuatu yg mengerikan.
      Indonesia adalah negara yg heterogen dimana dominasi ekonomi politik bukan dikuasai oleh satu agama. Kalau terjadi REVOLUSI sosial dengan beralaskan agama, dominasi apa yg akan di REVOLUSI ? Perubahan sosial masyarakat apa yg terjadi ? Pembantaian umat Katolik di Timor Leste, pembantaian massal umat muslim di Aceh, tragedi Ambon, Sambas, semua itu bukanlah REVOLUSI sosial...!!! Karena hal-hal itu notabene hanyalah peristiwa rakyat melawan rakyat, kaum tertindas melawan kaum tertindas, bukan melawan musuh yg sebenarnya, lagipula setelah itu tidak terjadi bentuk-bentuk pendominasian baru (dominasi rakyat). Malahan, tetap saja militer yg mendominasi peta perekonomian dan politik di Indonesia. Itulah kondisi nyata dalam kehidupan sosial masyarakat di Indonesia.


Pada kesimpulannya, REVOLUSI bukanlah sesuatu yg patut diwaspadai, karena REVOLUSI adalah proses pencerahan, pengutamaan kesadaran dan kepentingan bagi seluruh rakyat. Tidak seperti reformasi yg hanya mengandalkan kaum elit yg meninggalkan rakyat tetap dalam kebodohan dan ketidaktahuannya. Mulailah organisasikan dirimu dan sekitarmu demi pembangunan masyarakat baru yg lebih maju, beradab, dan demokratik... (A)


"ANARCHY"

Apa itu "anarkisme"? Apa itu "anarki"? Siapa "anarkis"?


Anarkisme adalah sebuah ide tentang cara terbaik untuk hidup. Anarki adalah cara hidup.
Anarkisme adalah ide bahwa pemerintah (negara) adalah tidak perlu dan berbahaya. Anarki adalah masyarakat tanpa pemerintah. Anarkis adalah orang-orang yang percaya dalam anarkisme dan keinginan untuk hidup dalam anarki karena semua nenek moyang kita dulu. Orang yang percaya dalam pemerintahan (seperti kaum liberal, konservatif, sosialis dan fasis) dikenal sebagai "statisme."
Mungkin terdengar seperti anarkisme adalah murni negatif - bahwa hanya terhadap sesuatu. Sebenarnya, anarkis memiliki ide positif mengenai hidup di sebuah masyarakat tanpa negara. Tapi, tidak seperti Marxis, liberal dan konservatif, mereka tidak menawarkan sebuah cetak biru.

Apakah anarkis pelempar bom?

Tidak - setidaknya tidak dibandingkan, mengatakan Pemerintah Amerika Serikat, yang menjatuhkan bom lebih setiap hari di Irak dari kaum anarkis dibuang di hampir 150 tahun mereka telah menjadi gerakan politik. Mengapa kita tidak pernah mendengar "bom-melempar Presiden"? Apakah berpengaruh jika bom yang disampaikan secara horisontal dengan anarkis bukan vertikal oleh Pemerintah AS?
Para anarkis telah aktif bertahun-tahun dan di banyak negara, di bawah pemerintahan otokratik serta demokratis. Kadang-kadang, terutama di bawah kondisi penindasan yang parah, beberapa anarkis telah melemparkan bom. Tapi itu telah pengecualian. "Bom-melempar anarkis" stereotip telah dirancang oleh politisi dan jurnalis di akhir abad 19, dan mereka masih wont melepaskannya, tetapi bahkan kembali maka itu adalah terlalu berlebihan.

Apakah pernah ada sebuah masyarakat anarkis yang bekerja

Tak hanya prima secara fisik, pastikan emosi Anda juga ukut terjaga sebab kebiasaan emosional buruk dapat menyebabkan kelelahan. Menahan rasa marah atau tidak melepaskan stres dengan cara yang sehat bisa menyebabkan ketegangan dalam tubuh dan akhirnya menyurutkan energi yang sangat dibutuhkan. Berikan diri Anda waktu untuk menangani masalah-masalah emosional sehingga tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Ini bisa dilakukan dengan berbicara dengan seseorang yang Anda percaya, menulis surat kepada orang yang membuat Anda marah), atau menghadapi masalah yang telah tersimpan di pikiran Anda akhir-akhir ini. Temukan cara untuk melepaskan emosi tersebut.

Tapi kami tidak bisa kembali ke cara hidup.

Hampir semua anarkis akan setuju. Namun masih membuka mata, bahkan untuk anarkis, untuk mempelajari masyarakat, dan mungkin untuk mengambil beberapa ide tentang bagaimana masyarakat benar-benar sukarela, sangat individualistis, namun koperasi mungkin bekerja. Untuk mengambil satu contoh saja, anarkis pengumpul dan suku sering memiliki metode yang sangat efektif termasuk mediasi resolusi konflik dan arbitrase tidak mengikat. Metode mereka bekerja lebih baik daripada sistem hukum kita karena keluarga, teman dan tetangga yang berselisih mendorong pihak yang berselisih setuju, dibantu oleh simpatik dan dapat dipercaya pergi-perantara, untuk menemukan beberapa resolusi yang masuk akal dari masalah. Pada 1970-an dan 1980-an, para ahli akademik seharusnya mencoba untuk transplantasi beberapa metode ini ke dalam sistem hukum Amerika. Tentu layu dan mati transplantasi, karena mereka hanya hidup dalam masyarakat bebas.

Anarkis adalah naïf : mereka pikir sifat manusia pada dasarnya baik.

Tidak begitu. Sebenarnya bahwa anarkis menolak ide-ide bawaan atau kebejatan Original Sin. Itu adalah ide-ide keagamaan yang kebanyakan orang tidak lagi percaya masuk Tapi anarkis biasanya tidak percaya bahwa sifat manusia pada dasarnya baik baik. Mereka membawa orang-orang seperti mereka. Manusia arent "pada dasarnya" apa-apa. Kita yang hidup di bawah kapitalisme dan sekutunya, negara, hanya orang-orang yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk menjadi segala sesuatu yang kita dapat.
Meskipun anarkis sering membuat permohonan moral yang terbaik pada orang, seperti sering mereka menarik kepentingan pribadi yang tercerahkan. Anarkisme bukanlah doktrin pengorbanan diri, meskipun kaum anarkis berjuang dan mati untuk apa yang mereka yakini Anarkis percaya bahwa membawa-keluar dari ide dasar mereka akan berarti kehidupan yang lebih baik untuk hampir semua orang.

Bagaimana Anda bisa mempercayai orang untuk tidak mengorbankan satu sama lain tanpa negara untuk mengendalikan kejahatan?

Jika Anda cant percaya orang-orang biasa untuk tidak mengorbankan satu sama lain, bagaimana bisa Anda percaya negara tidak untuk mengorbankan kita semua? Apakah orang-orang yang masuk ke dalam kekuasaan yang begitu egois, begitu berdedikasi, sehingga unggul yang mereka memerintah? Semakin Anda tidak percaya rekan-rekan Anda, semakin banyak alasan yang ada bagi Anda untuk menjadi seorang anarkis. Di bawah anarki, daya dikurangi dan menyebar sekitar. Semua orang memiliki beberapa, tapi tidak ada yang sangat banyak. Bawah negara, kekuasaan dikonsentrasikan, dan kebanyakan orang tidak punya, benar-benar. Yang jenis kekuasaan akan Anda ingin pergi melawan?

Tapi - mari kita berpikir nyata - apa yang akan terjadi jika polisi ada tidak?

Sebagai anarkis Allen Thornton mengamati, "arent Polisi di bisnis perlindungan, mereka berada dalam bisnis balas dendam." Lupakan Batman berkeliling menyela kejahatan berlangsung. Patroli polisi tidak mencegah kejahatan atau menangkap penjahat. Ketika patroli polisi dihentikan diam-diam dan selektif di lingkungan Kansas City, tingkat kejahatan tetap sama. Penelitian lain juga menemukan bahwa detektif bekerja, laboratorium kejahatan, dll tidak berpengaruh pada tingkat kejahatan. Tetapi ketika tetangga berkumpul untuk mengawasi dan memperingatkan satu sama lain dari calon penjahat, penjahat coba yang lain lingkungan yang dilindungi hanya oleh polisi. Para penjahat tahu bahwa mereka berada dalam bahaya kecil di sana.
Tapi negara modern adalah sangat terlibat dalam regulasi kehidupan sehari-hari. Hampir setiap aktifitas memiliki semacam hubungan negara.
Thats benar - tapi ketika Anda berpikir tentang hal itu, kehidupan sehari-hari hampir seluruhnya anarkis. Jarang sekali satu pertemuan polisi, kecuali ia menulis Anda tilang karena ngebut. Pengaturan sukarela dan pemahaman yang berlaku hampir di mana-mana. Sebagai anarkis Rudolph Rocker menulis: "Kenyataannya adalah bahwa bahkan di bawah despotisme yang paling terburuk hubungan mans pribadi dengan teman-temannya yang diatur oleh perjanjian bebas dan kerjasama solidaric, yang tanpa kehidupan sosial tidak akan mungkin sama sekali."
Kehidupan keluarga, membeli dan menjual, persahabatan, penyembahan, seks, dan waktu luang adalah anarkis. Bahkan di tempat kerja, yang anarkis oleh banyak orang dianggap sebagai koersif sebagai negara, pekerja terkenal bekerja sama, independen dari bos, baik untuk meminimalkan bekerja dan menyelesaikannya. Beberapa orang mengatakan anarki doesnt work. Tapi hampir yang satu-satunya hal yang tidak! Negara bersandar, gelisah, di atas fondasi anarki, dan begitu juga ekonomi.

Budaya?
Anarkisme selalu menarik roh murah hati dan kreatif yang memperkaya budaya kita. Penyair Anarkis termasuk Percy Shelley Bysshe, William Blake, Arthur Rimbaud, dan Lawrence Ferlinghetti. Eseis anarkis Amerika termasuk Henry David Thoreau dan di abad ke-20, anarkis Katolik Dorothy Day, Paul Goodman, dan Alex Comfort (penulis The Joy of Sex). Anarkis akademisi termasuk ahli linguistik Noam Chomsky, sejarawan Howard Zinn, dan AR antropolog Radcliffe-Brown dan Pierre Clastres. Anarkis tokoh sastra yang terlalu banyak untuk daftar tapi termasuk Leo Tolstoy, Oscar Wilde, dan Mary Shelley (penulis Frankenstein). Pelukis Anarkis termasuk Gustav Courbet, Georges Seurat, Camille Pissarro, dan Jackson Pollock. Anarkis kreatif lainnya termasuk musisi seperti John Cage, John Lennon, band CRASS, dll.

Seandainya kau benar, anarki itu adalah cara lebih baik untuk hidup dari apa yang kita miliki sekarang, bagaimana mungkin kita dapat menumbangkan negara jika sebagai kuat dan menindas seperti yang Anda katakan nya itu?

Kaum anarkis telah selalu berpikir tentang pertanyaan ini. Mereka tidak memiliki jawaban, tunggal sederhana. Di Spanyol, di mana ada satu juta anarkis pada tahun 1936 ketika militer mencoba kudeta, mereka melawan Fasis di depan pada waktu yang sama bahwa mereka mendukung pekerja dalam mengambil alih pabrik-pabrik, dan petani di kolektif terbentuk di tanah. Anarkis melakukan hal yang sama di Ukraina pada 1918-1920, di mana mereka harus melawan baik Czarists dan Komunis. Tapi thats bukan bagaimana kita akan menurunkan sistem dalam dunia abad ke-21.
Pertimbangkan revolusi yang menggulingkan komunisme di Eropa Timur. Ada beberapa kekerasan dan kematian yang terlibat, lebih di beberapa negara dibandingkan dengan orang lain. Tapi apa membawa turun politisi, birokrat dan jenderal - musuh yang sama yang kita hadapi - adalah sebagian besar penduduk hanya menolak untuk bekerja atau melakukan apapun untuk menjaga sistem akan busuk. Apa adalah komisaris di Moskow atau Warsawa untuk melakukan, menjatuhkan senjata nuklir pada diri mereka sendiri? Membasmi para pekerja bahwa mereka hidup dari?
Kebanyakan anarkis telah lama percaya bahwa apa yang mereka sebut pemogokan umum dapat memainkan peranan besar dalam runtuh negara. Artinya, penolakan kolektif untuk bekerja.

Jika Anda berhadapan dengan semua pemerintah, Anda harus bertentangan dengan demokrasi.

Jika demokrasi berarti bahwa orang mengendalikan kehidupan mereka sendiri, maka semua anarkis adalah, sebagaimana Amerika Benjamin Tucker anarkis memanggil mereka, "unterrified Jeffersonian demokrat" - mereka akan menjadi satu-satunya demokrat yang sejati. Tetapi thats tidak apa itu demokrasi sebenarnya. Dalam kehidupan nyata, sebagian orang (di Amerika, hampir selalu minoritas orang) memilih segelintir politisi yang mengendalikan hidup kita dengan meloloskan undang-undang dan menggunakan birokrat terpilih dan polisi untuk menegakkan mereka apakah mayoritas menginginkannya atau tidak.
Seperti filsuf Perancis Rosseau (bukan anarkis) pernah menulis, dalam demokrasi, masyarakat hanya bebas di saat mereka memilih, sisa waktu mereka budak pemerintah. Para politisi di kantor dan birokrat biasanya di bawah pengaruh kuat dari bisnis besar dan sering kelompok-kelompok minat khusus. Semua orang tahu ini. Tetapi beberapa orang diam karena mereka mendapatkan keuntungan dari kekuasaan. Banyak orang lain diam karena mereka tahu bahwa protes tidak baik dan mereka mungkin disebut "ekstrimis" atau bahkan "anarkis" (!) Jika mereka mengatakan seperti itu. Demokrasi beberapa!

Nah, jika Anda tidak memilih pejabat untuk membuat keputusan,siapa yang akan membuatnya?

Anda tidak akan mengatakan bahwa semua orang dapat melakukan apa yang menyenangkan dia secara pribadi tanpa memikirkan orang lain. si anarkis memiliki banyak ide tentang bagaimana keputusan akan dibuat dalam sebuah masyarakat yang benar-benar sukarela dan kooperatif. Kebanyakan anarkis percaya bahwa masyarakat harus didasarkan pada masyarakat lokal cukup kecil bagi orang untuk mengenal satu sama lain, atau orang setidaknya akan berbagi hubungan keluarga, persahabatan, pendapat atau kepentingan dengan hampir semua orang lain. Dan karena ini adalah sebuah komunitas lokal, masyarakat juga berbagi pengetahuan umum masyarakat dan lingkungannya. Mereka tahu bahwa mereka akan harus hidup dengan konsekuensi dari keputusan mereka. Tidak seperti politisi atau birokrat, yang memutuskan untuk orang lain.
Anarkis percaya bahwa keputusan harus selalu dibuat pada tingkat terkecil yang mungkin. Setiap keputusan yang individu dapat membuat untuk diri mereka sendiri, tanpa mengganggu siapa pun elses dengan keputusan untuk diri mereka sendiri, mereka harus membuat untuk diri mereka sendiri. Setiap keputusan yang dibuat dalam kelompok-kelompok kecil (seperti keluarga, tarekat religius, rekan kerja, dll) lagi mereka membuat sejauh it doesnt mengganggu orang lain. Keputusan dengan dampak yang lebih luas yang signifikan, jika ada yang peduli tentang mereka, akan pergi ke sebuah perakitan tatap muka sesekali komunitas.
Perakitan masyarakat, bagaimanapun, tidak legislatif. Tidak ada yang terpilih. Siapapun bisa hadir. Orang-orang berbicara sendiri. Tapi saat mereka berbicara tentang isu-isu spesifik, mereka sangat sadar bahwa bagi mereka, menang bukanlah, sebagaimana halnya bagi pelatih sepak bola Vince Lombardi, "satu-satunya." Mereka ingin semua orang menang. Mereka menghargai persekutuan dengan tetangga mereka. Mereka mencoba, pertama, untuk mengurangi kesalahpahaman dan memperjelas masalah. Sering dirasa sudah cukup untuk menghasilkan persetujuan. Jika thats tidak cukup, mereka bekerja untuk kompromi. Sangat sering mereka mencapainya. Jika tidak, perakitan dapat menunda masalah ini, jika sesuatu nya yang doesnt membutuhkan keputusan segera, sehingga seluruh masyarakat dapat merenungkan dan mendiskusikan materi sebelum rapat lain. Jika gagal, masyarakat akan menyelidiki apakah theres cara mayoritas dan minoritas sementara dapat memisahkan, masing-masing membawa keluar preferensinya.
Jika orang masih memiliki perbedaan yang tak terdamaikan tentang masalah ini, minoritas memiliki dua pilihan. Hal ini dapat pergi bersama dengan mayoritas saat ini, karena keharmonisan komunitas lebih penting daripada masalah ini. Mungkin mayoritas dapat mendamaikan minoritas dengan keputusan tentang sesuatu yang lain. Jika semuanya gagal, dan jika masalah ini sangat penting bagi minoritas, mungkin terpisah untuk membentuk sebuah komunitas yang terpisah, seperti berbagai negara bagian Amerika (Connecticut, Rhode Island, Vermont, Kentucky, Maine, Utah, West Virginia, dll) telah dilakukan. Jika pemisahan mereka bukanlah argumen terhadap statisme, maka itu bukanlah argumen melawan anarki. Thats tidak kegagalan bagi anarki, karena komunitas yang baru akan menciptakan kembali anarki. Anarki bukanlah sistem yang sempurna - yang hanya lebih baik daripada semua yang lain.

Kita tidak dapat memenuhi semua kebutuhan kita atau keinginan di tingkat daerah.

Mungkin tidak semua dari mereka, tapi theres bukti dari arkeologi dari perdagangan jarak jauh, lebih dari ratusan atau bahkan ribuan mil, di anarkis, Eropa prasejarah. Anarkis masyarakat primitif dikunjungi oleh antropolog di abad 20, seperti (Bushmen) San pemburu-pengumpul dan suku Trobriand Kepulauan, melakukan perdagangan semacam antara individu "perdagangan mitra." Praktis anarki tidak pernah bergantung pada pendapatan pemerintah swasembada. Tapi anarkis modern telah mendesak bahwa komunitas, dan wilayah, harus serba cukup mungkin, agar tidak bergantung pada yang jauh, untuk kebutuhan luar impersonal. Bahkan dengan teknologi modern, yang sering dirancang khusus untuk memperbesar pasar komersil dengan menghancurkan swasembada, jauh lebih lokal swasembada adalah mungkin dari pemerintah dan perusahaan ingin kita tahu.

Satu definisi dari "anarki" adalah CHAOS. Apakah itu yang anarki inginkan?

Pierre-Joseph Proudhon, orang pertama yang menyebut dirinya seorang anarkis, menulis bahwa "kebebasan adalah ibu, bukan putri ketertiban." Anarkis rangka lebih unggul ke negara-agar ditegakkan karena bukanlah sebuah sistem hukum koersif, itu hanya bagaimana komunitas orang yang saling mengenal memutuskan bagaimana untuk hidup bersama. Rangka anarkis berdasarkan persetujuan umum dan akal sehat.

Kapan filosofi anarkisme diformulasikan?

Beberapa anarkis berpikir bahwa ide-ide anarkis telah diekspresikan oleh Diogenes yang Sinis di Yunani kuno, oleh Lao Tse di Cina kuno, dan mistikus abad pertengahan tertentu dan juga selama Perang Sipil Inggris abad ke-17. Tapi moderen, anarkisme mulai dengan Keadilan William Godwin Politik diterbitkan di Inggris pada tahun 1793. Itu dihidupkan kembali di Prancis oleh Pierre-Joseph Proudhon di tahun 1840-an (Apa Properti?). Dia mengilhami gerakan anarkis diantara pekerja Perancis. Max Stirner dalam The Ego dan Sendiri (1844) mendefinisikan egoisme tercerahkan yang merupakan nilai anarkis dasar. Seorang Amerika, Josiah Warren, secara independen tiba di ide serupa di waktu yang sama dan mempengaruhi gerakan besar-besaran pada waktu untuk masyarakat utopis ditemukan. Ide-ide anarkis dikembangkan lebih lanjut oleh Bakunin besar Rusia Michael revolusioner dan oleh Rusia Peter Kropotkin sarjana dihormati. Anarkis berharap ide-ide mereka terus berkembang dalam dunia yang berubah.

Ini hal revolusioner terdengar sangat mirip Komunisme, yang tidak diinginkan.

Anarkis dan Marxis telah menjadi musuh sejak 1860-an. Meskipun mereka kadang-kadang bekerja sama melawan musuh bersama seperti Czarists selama Revolusi Rusia dan Fasis Spanyol selama Perang Saudara Spanyol, Komunis selalu mengkhianati anarkis. Dari Karl Marx kepada Joseph Stalin, kaum Marxis telah mencela anarkisme.
Beberapa anarkis, pengikut Kropotkin, menyebut diri mereka "komunis" - bukan Komunis. Tapi mereka kontras komunisme bebas mereka, yang timbul dari bawah - penyatuan sukarela dari tanah, fasilitas dan tenaga kerja di komunitas lokal dimana orang saling mengenal satu sama lain - dengan Komunisme yang dipaksakan dengan kekerasan oleh negara, menasionalisasi tanah dan fasilitas produksi, menolak semua otonomi daerah, dan mengurangi pekerja untuk pegawai pemerintah.

Bagaimana mungkin dua sistem tersebut jauh berbeda?

Anarkis menyambut dan bahkan berpartisipasi dalam kejatuhan Komunisme Eropa. Beberapa anarkis asing telah membantu pembangkang Blok Timur - sebagai Pemerintah AS tidak - selama bertahun-tahun. Anarkis sekarang aktif di semua negara-negara bekas komunis.
Keruntuhan komunis tentu saja mendiskreditkan banyak dari kiri Amerika, tapi tidak anarkis, banyak dari mereka tidak menganggap diri mereka kiri pula. Anarkis adalah sekitar sebelum Marxisme dan kami masih ada setelah itu.

Janganlah anarkis menggunakan kekerasan?

Hanya Fasis kekerasan advokat, dengan kata lain, Fasis hanya berpikir bahwa kekerasan adalah entah bagaimana hal yang baik dalam dirinya sendiri. Anarkis tidak setuju. Mereka hanya sebagai kekerasan karena mereka harus. Anarkis arent hampir sama kekerasan sebagai Demokrat, Republik, liberal dan konservatif. Orang-orang hanya tampaknya tanpa kekerasan karena mereka menggunakan negara untuk melakukan pekerjaan kotor mereka - untuk menjadi kekerasan bagi mereka. Namun kekerasan adalah kekerasan. Mengenakan seragam atau mengibarkan bendera tidak berubah itu. Negara adalah kekerasan oleh definisi. Tanpa kekerasan terhadap leluhur anarkis kami - pemburu-pengumpul dan petani - tidak akan ada negara hari ini. Beberapa anarkis menggunakan kekerasan - tetapi semua negara terlibat dalam kekerasan setiap hari.
Beberapa anarkis, di dalam tradisi Tolstoy, adalah pasifis dan tanpa kekerasan pada prinsip. Sejumlah kecil anarkis percaya terjadi serangan terhadap negara. Kebanyakan anarkis percaya diri dan akan menerima beberapa tingkat kekerasan dalam situasi revolusioner. Isu ini tidak benar-benar kekerasan vs kekerasan. Masalahnya adalah tindakan langsung. Anarkis percaya bahwa orang - semua orang - harus mengambil nasib mereka ke tangan mereka sendiri, secara individual maupun kolektif, entah melakukan hal itu adalah legal atau ilegal dan apakah itu harus melibatkan kekerasan atau dapat dicapai tanpa kekerasan.

Apa sebenarnya struktur sosial sebuah masyarakat anarkis?

Kebanyakan anarkis tidak "persis" yakin. Dunia akan menjadi tempat yang sangat berbeda setelah pemerintahan telah dihapuskan.
Anarkis biasanya tidak menawarkan cetak biru, tetapi mereka mengajukan beberapa prinsip. Mereka mengatakan bahwa saling membantu - kerjasama bukan kompetisi - adalah dasar untuk kehidupan sosial soundest. Mereka adalah individualis dalam arti bahwa mereka berpikir masyarakat ada untuk kepentingan individu, bukan sebaliknya. Mereka mendukung desentralisasi, yang berarti bahwa fondasi dari masyarakat harus lokal, tatap muka masyarakat. Komunitas-komunitas ini kemudian bersekutu - dalam hubungan saling membantu - tetapi hanya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan cant oleh masyarakat lokal. Anarkis desentralisasi ternyata hirarki yang ada terbalik. Sekarang, semakin tinggi tingkat pemerintahan, semakin besar kekuatan yang dimilikinya. Di bawah anarki, tingkat yang lebih tinggi pemerintah asosiasi arent sama sekali. Mereka tidak memiliki kekuatan koersif, dan semakin tinggi Anda pergi, tanggung jawab kurang didelegasikan kepada mereka dari bawah. Namun, anarkis menyadari risiko bahwa federasi mungkin menjadi birokratis dan statis. Kami utopian tapi kita juga realis. Kami akan harus memantau mereka federasi erat. Seperti Thomas Jefferson mengatakan, "kewaspadaan yang abadi adalah harga dari kebebasan."

kata-kata terakhir?

Winston Churchill, seorang politisi Inggris meninggal beralkohol dan penjahat perang, pernah menulis bahwa "demokrasi adalah sistem pemerintahan yang terburuk, kecuali untuk yang lainnya." Anarki adalah sistem terburuk masyarakat - kecuali yang lainnya. Sejauh ini, semua peradaban (masyarakat Negara) telah runtuh dan telah digantikan oleh masyarakat anarkis. Masyarakat negara secara inheren tidak stabil. Cepat atau lambat, kita juga akan runtuh. Its tidak terlalu cepat untuk mulai berpikir tentang apa yang harus dimasukkan ke dalam tempatnya. Para anarkis telah memikirkannya lebih dari 200 tahun. Kami memiliki kepala mulai. Kami mengundang Anda untuk mengeksplorasi ide-ide kami - dan untuk bergabung dengan kami dalam mencoba membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Sabtu, 04 Juni 2011

Pemahaman Ideologi Punk Di Indonesia

Dikarenakan saya juga seorang Punk'er saat ini yang sialnya tidak kelihatan Punk sama sekali dalam segi penampilan maka salah satu tanggung jawab saya kali ini adalah menulis sedikit ideologi Punk yang banyak beredar di Indonesia, sehingga diharapkan para Punkers dapat memahami Punk lebih dalam lagi dan pemahaman yang cukup buat masyarakat.

Punk bukan sekedar musik tapi lebih kepada sebuah gerakan anak muda (youth movement) yang memposisikan dirinya sebagai counter terhadap kemapanan dan salah satu sarana kreatifitas mereka adalah musik dalam hal ini adalah Punk. Berbeda dengan genre Metal yang lebih cenderung kepada “kegelapan” dan “kematian”, Punk memiliki unsur ideologi yang lebih “duniawi”, “real” dan “rumit”.

Berikut ini adalah ideologi-ideologi yang lahir bersamaan dengan maraknya musik Punk di negri ini, yaitu:

Politik
Ideologi politik yang sering diasosiasikan dengan punk adalah anarkisme. Nggak salah kalau Sex Pistols menyayikan “Anarchy in UK”. Banyak aktivis-aktivis punk yang terlibat dalam ideologi politik ini. Kemudian, jikalau sebuah band membantah dirinya berideologi politik sebarnya mereka justru menjadi bagian dari ideologi politik karena setidaknya mereka pasti tidak puas dengan kebijakan pemerintahannya. Ketika punk bertujuan untuk memperjuangkan ideologinya, kita dapat menyebut mereka dengan Progresive. Punk di Indonesia banyak yang beraliran kiri atau kanan.

Kemapanan (conformity)
Kemapanan dan ketidakmapanan menciptakan salah satu kesalahpahaman terbesar dalam ideologi Punk. Sebenarnya persoalan utama dibalik gerakan punk adalah kebebasan berpikir. Dalam politik, hal ini menciptakan sekumpulan free thinker yang menganjurkan anarki, dalam musik, free thinker menghasilkan suatu sound atau genre baru dan unik. Kemapanan bagi punk dipandang sebagai bahaya sosial karena berpotensi untuk membatasi kebebasan berpikir, yang mana mencegah orang-orang untuk melihat sesuatu yang benar di masyarakat dan sebaliknya memaksa mereka untuk menuruti kehendak mereka yang disebut penguasa dari pemerintahan atau industri musik pop. Anti kemapanan adalah kemudian sebagai hasil dari punk. Bagaimanapun, seseorang yang berpenampilan seperti seorang punk dan mendengarkan musik punk mungkin dapat dikatakan sebagai bagian dari gerakan punk, tapi mereka sebenarnya bukan punk yang sebenarnya, karena punk adalah sebuah “state of mind”

Selling Out
Selling Out atau menjual habis atau berkhianat merupakan salah satu permasalahan yang sampai sekarang masih menjadi dilema dalam gerakan punk.
Pada umumnya, selling out berkaitan dengan penolakan seseorang atau kelompok didalam suatu komunitas punk karena mereka telah keluar dari akar ideologi punk yang sebenarnya. Hal tersebut dapat terjadi karena perubahan status, kekuasaan atau kekayaan.

Karena punk menganut anti-establisment sebagai salah satu bagian penting dari ideologi punk, sebuah jaringan label musik independen sangat besar berperan dalam mendistribusikan musik punk. Kemudian bagi sebagain komunitas punk, cara tersebut dirasa terlalu lambat berkembang dan tidak akan membuat perubahan yang berarti dalam kreativitas bermusik mereka sehingga mereka melanggarnya dengan bergabung dengan major lebal. Bagi komunitas lainnya, hal tersebut tidak dapat dibenarkan. Salah satu contohnya mungkin adalah Superman Is Dead yang serta merta bergabung dengan Sony Music Indonesia.

Agama
Mungkin di Indonesia ideologi beragama bukan menjadi salah satu persoalan yang besar karena memang mereka hidup dinegara yang beragama. Namun di dunia barat, kebanyakan punk diidentikan dengan kebebasan beragama oleh sebab itu sebagian besar banyak menganut agama alternatif seperti Buddha dan Tao atau yang lainnya dan tidak sedikit yang agnostik atau atheist. Kemudian lahir juga counter nya yaitu Christian Punk. Di sini tentu saja kita tidak dapat menyebutnya dengan Punk Muslim, tapi lebih tepatnya Punk Straight Edge (aliran punk yang bertujuan damai dan hidup bersih).

DIY (Do It Yourself)
Di akhir tahun 1970an, gerakan punk bergerak di lingkungan yang dikontrol oleh mereka yang berideologi berlawanan dengan punk. Karena ini bertabrakan dengan gerakan kebebasan, orang-orang dalam punk scene mulai menciptakan perusahaan rekaman sendiri, mengatur konser sendiri dan menciptakan alat media sendiri. Kemudian hal-hal ini dikenal dengan gerakan DIY. Mottonya yang terkenal adalah “Don’t hate the media, become the media”.

Sebenarnya masih banyak lagi ideologi yang berkembang, namun kelima ideologi diatas cukup mewakili gerakan punk di Tanah air.

Budaya Dan Gaya Hidup Punk

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merambah Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh beberapa oarang dari mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Gaya hidup dan Ideologi

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).

Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata “ideas” dan “logos” yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek “jor-joran” yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

Punk di Indonesia

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Sumatera Utara, dan lainnya merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.

CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Anarko-punk adalah bagian dari gerakan punk yang dilakukan baik oleh kelompok, band, maupun individu-individu yang secara khusus menyebarkan ide-ide Anarkisme. Dengan kata lain, Anarko-punk adalah sebuah sub-budaya yang menggabungkan musik punk dan gerakan politik Anarkisme. Tidak semua punk diiidentikkan dengan anarkisme. Namun, anarkisme memiliki peran yang signifikan dalam punk. Begitu juga sebaliknya, punk memberikan pengaruh yang besar pada wajah dunia anarkisme kontemporer.

Beberapa band punk penting yang cukup popular dan dianggap sebagai pelopor dari gerakan anarko-punk antara lain Crass, Conflict, dan Subhumans. Sedangkan di indonesia beberapa band anarko-punk yang cukup populer antara lain Marjinal, Bunga Hitam, dan lain sebagainya.

Beberapa isu politik yang banyak diangkat oleh anarko-punk antara lain dukungannya terhadap gerakan anti perang, hak hidup satwa, feminisme, isu lingkungan, kebersamaan, anti kapitalisme, dan beberapa kasus-kasus yang juga banyak diangkat oleh para anarkis pada umumnya.

Sejarah Punk

Punk sebenarnya berawal di Amerika sejak awal tahun 70an. Tetapi pada masa itu musik ini tidak begitu disukai karena rakyat Amerika tidak dapat menerima musik ini secara keseluruhannya karena musik Punk begitu extreme dan termasuk kategori aggressive band. Perintis pada masa itu (tahun 70 -75an) seperti The Ramones, Iggy Pop, Patti Smith, New York Dolls dan Modern Lovers.

Setelah itu pada pertengahan tahun 70an, keadaan menjadi sangat berbeda sekali di Inggris karena musik Punk diterima dengan meluas di sana pada ketika itu, aliran musik ini menjadi begitu terkenal disebabkan oleh rakyat Inggris pada masa itu sedang mencari media - media untuk mereka dalam usaha memberontak (rebel) karena keadaan ekonomi di Inggris yang sangat gawat dan pada masa itulah zaman revolusi Punk sebenarnya berawal.

Punk dan Skinheads di Inggris saat itu kebanyakan adalah remaja-remaja working class. Mereka memberontak karena ekonomi dan sistem sosial Inggris yang menindas.Kemunculan Sex Pistols pada ketika itu juga telah meramaikan aliran musik ini sehingga Punk menjadi sangat terkenal sekali dan kemunculan mereka begitu pas dengan suasana pada saat itu. Band ini menjadi begitu kontroversi sekali di Inggris pada disebabkan karena keberanian mereka bersuara dan menentang kerajaan. Ini karena lagu2 yang mereka bawakan mengarah pada pemberontakan yaitu Facist, Riot, Chaos, Anarchy dan Anti Kerajaan.

Sabtu, 14 Mei 2011

Bob Marley, Sang Pemantra Rasta

Kalau Jah (Tuhan) tidak memberiku lagu untuk aku nyanyikan, maka tak akan ada lagu yang bisa aku nyanyikan. (Bob Marley, mati dari bumi 11 Mei 1981)
Gedung London Lyceum malam musim panas tahun 1975. Tanggalnya 18 dan 19 Juli. Konon di dua malam inilah Robert Nesta Marley, atau Bob Marley, tuntas memenuhi suratan nasibnya ; menasbihkan dirinya sendiri menjadi pengkhotbah untuk kaumnya, kaum Rastafarian.

Benar bahwa sejak sekitar akhir tahun 60an Bob Marley telah menjadi salah satu pengkhotbah paling fanatik kaum Rastafarian. Tetapi dua malam di gedung pertunjukan tua Inggris itu Bob Marley mencapai kesempurnaan yang hanya bisa diimpikan oleh banyak pemusik besar dunia, siapapun ia. Bob Marley mencapai titik ekstase transendental di atas panggung. Panggung, bagi pemusik, adalah altar untuk mencari ekstase transendental yang tak bisa mereka dapatkan di dunia yang materialistik. Pengganti altar gereja, saf-saf masjid, teras-teras candi atau apapun namanya tempat bagi diberlangsungkannya upacara keagamaan. Tak banyak pemusik besar dunia yang bisa sampai ke taraf itu, dan juga tidak setiap kali naik ke panggung efek itu akan tercapai.
Dua malam itu Bob Marley menyentuh impian yang selalu didambakan setiap pemusik. Ia kesurupan dengan energi yang sepertinya tak akan habis, membuang tubuhnya ke kiri dan kekanan, berputar-putar layaknya seorang sufi yang sedang mendendangkan lagu pujaan kepada tuhan, ia mampu menyebarkan vibrasi ekstasenya ke seluruh orang yang ada di dalam gedung. Seorang saksi mata pertunjukkan mengaku kalau malam itu Bob Marley memerintahkan mereka untuk membakar kota London, ia sangat yakin mereka akan membakarnya.

Bagi Bob Marley --yang tidak sekedar menganggap panggung pertunjukkan sebagai pengganti altar upacara keagamaan, tetapi adalah altar kegamaan itu sendiri-- dua malam di Lyceum London sangatlah berarti. Pada dua malam itu anggapan kaum Rastafarian bahwa ia memang seorang pendeta --dukun atau shaman-- terteguhkan, sesuatu hal yang ia sendiri sebenarnya sudah meyakininya sejak lama.

Janganlah Menangis Perempuan
Bob Marley tercatat berulangkali mengatakan pertunjukkannya sebagai upacara keagamaan untuk meningkatkan kesadaran akan kehidupan. Versi rekaman live salah satu lagu yang dinyanyikan dua malam itu, No Woman, No Cry, menjadi hit dunia. Rekamannya sendiri tidaklah sempurna sekali, tetapi intensitas vibrasi lagu itu menusuk setiap orang yang mendengarkannya. Lagu itu berkisah tentang seorang laki-laki (Bob Marley) yang berpisah dengan kekasihnya karena akan pergi memperjuangkan kebenaran di dunia. Judulnya No Woman, No Cry seolah mengatakan kalau tak ada perempuan maka tak akan ada tangis di dunia. Padahal Bob Marley menggunakan Bahasa Inggris Jamaika yang berarti Don't Woman, Don't Cry ; "janganlah engkau (perempuan) menangis." Menangisi sang kekasih yang pergi untuk memperjuangkan kebenaran.

Bob Marley juga yakin benar bahwa banyak lagu-lagu yang ia ciptakan adalah nujum akan masa depan yang selalu terbukti kebenarannya. Ia hampir mati terbunuh tahun 1973 oleh seorang yang masuk ke rumahnya --beberapa saat sebelumnya ia mengarang lagu Ambush in The Night yang sepertinya menceritakan kejadian itu. Ia merasa menjadi shaman yang harus terus mengingatkan manusia bahwa kebinasaan adalah niscaya dan tak lagi jauh dari mata. Ramalannya sendiri tentang kematian pada usia 36 tahun, setelah terlebih dahulu menikmati puncak kejayaannya selama tiga tahun sebagai pemusik -- entah mungkin karena ia sudah tahu terkena kanker ganas yang tak tersembuhkan -- terbukti benar.

Pada awalnya alasan ketertarikan Bob Marley pada musik sama dengan anak muda umumnya: menjadi populer dan keluar dari kemiskinan. Bapaknya seorang marinir Inggris --kulit putih-- meninggalkan ibunya --kulit hitam-- sejak Bob Marley kecil. Musiknya sangat beragam dan belajar dengan sangat rakus. Ia sangat mengenal melodi dan ritme jazz yang rumit tetapi ekspresif. Penggemar berat rock, terutama dari Fat Domino, Elvis Presley dan Ricky Nelson. Ia juga dikenal sebagai penggemar musik-musik Soul. Ia bahkan diketahui mengikuti dengan dekat Nat King Cole, yang dianggap berJazz dengan selera kaum kulit putih.
Tetapi dari itu semua, kecintaan utamanya adalah pada jenis musik tradisonal Jamaika: ska, jenis musik yang dimaklumi sebagai ibu dari musik reggae. Karena berbagai pengaruh aliran musik yang ada pada Bob Marley inilah, jenis musik reggae yang keluar dari tangan Bob Marley sangat eksplosiv dan berciri khas lain dibandingkan reggae yang sebelumnya ada.

Ketika pada akhir tahun 60an Bob Marley membentuk kelompok musiknya The Wailers --Sang Perintih-- bersama beberapa teman dekatnya, kelompok itu tak lebih dari sebuah kelompok ska sederhana. Tetapi ketika mereka mulai cenderung mereggae ketimbang ska dan mempertegas instrumen elektrik serta alat musik elektronik, mereka mulai menemukan ciri khas. Dentuman bass memandu ritme dengan ketukan seperti mengajak orang untuk meloncat-loncat. Bob Marley seringkali sengaja memainkan gitar elektroniknya dengan nada melompat-lompat sehingga sedikit agak keluar dari nada yang benar tetapi pas untuk menimpali suara bass yang menjadi patokan. Sebuah gaya yang kemudian menjadi trademark Bob Marley. Gaya bernyanyi Bob Marley juga tak jauh beda dengan cara ia memainkan gitarnya ; melengking seolah menjadi salah satu instrumen musik, yang seringkali tidak pas benar dengan nada musik yang dimainkan. Musik reggae paska Bob Marley jelas sekali terpengaruh oleh olahan Bob Marley, yang seolah kemudian diterima sebagai norma untuk memainkan reggae.

Sumber inspirasi ritme musik Bob Marley yang lain --dan reggae pada umumnya-- adalah nada repetitif seperti untuk upacara-upacara keagamaan di Jamaika. Nada repetitif ini untuk mengangkat alam bawah sadar manusia karena memang mempunyai potensi hipnotis yang hebat. Ini bukan yang luar biasa karena di seluruh dunia musik-musik tradisional --yang biasanya mempunyai kaitan dengan kepercayaan keagamaan-- cenderung menggunakan nada-nada repetitif. Apalagi jenis instrumen musik utama Jamaika adalah tambur, drum, genderang, atau semacamnya, yang tak banyak memberikan pilihan nada. Dipadu dengan pembacaan mantra maka nada repetitif menjadi medium yang efektif.

Dan yang dilakukan Bob Marley di atas panggung adalah membaca mantra --lagu-lagu ciptaannya-- dengan diiringi musik reggae. Bagi Bob Marley, mementaskan musik reggae adalah melakukan upacara keagamaan layaknya apa yang terjadi di Jamaika. Mengulang apa yang dialaminya di Jamika saat tumbuh dewasa. Adalah musik reggae olahan Bob Marley ini yang menyebar ke seluruh dunia di sepanjang tahun 70an. Mempengaruhi berbagai pemusik dunia yang sudah mapan, apapun alirannya, dan memberi inspirasi bagi pemusik pemula, baik putih maupun hitam. Yang juga membuat reggae versi Bob Marley mendunia adalah kesadaran penuhnya untuk menjadikan musik ciptaannya, dalam hal ini lirik, sebagai medium ekspresi atas observasi sosial politik.
 
Dari sisi idiososiologis, menurut para sosiolog musik, reggae versi Bob Marley menjadi tak jauh berbeda dengan kelahiran musik blues Amerika. Inilah yang menurut para sosiolog musik menjadi alasan mengapa Reggae bisa menyebar ke seluruh dunia. Pada sekitar tahun 70an, musik blues seperti telah kehilangan nyawanya. Dan musik rock, anak dari blues, kegemukan mengeruk uang dari dunia komersial. Reggae muncul persis seperti musik blues pada awalnya; sebagai jawaban orang kulit hitam atas kemiskinan, keputusasaan dan eksploitasi. Dan seperti musik rock ia mencoba memberi pengalaman spiritual (sesaat), persis seperti ketika musik rock mengambil alih hal itu dari kehidupan gerejani, juga sekaligus sebagai perwujudan pemberontakan kemapanan. Bahkan nama yang mapan buat kelompok musik Bob Marley adalah The Wailers, Sang Perintih, pelolong. Para anak muda dunia yang mencari alat pelampiasan dan pelarian dari dunia kapitalistik yang cuma satu dimensi, yang cuma mengukur segalanya dari seberapa tebal kantong di baju, memeluk reggae erat-erat sebagai bentuk eskapisme.
Dengan kaum hipies meredup ke pinggiran dan psychedelia gagal menjelaskan arti kehidupan di dunia, maka bersama gerakan punk, reggae menjadi sebuah trend dunia di tahun 70an. Reggae muncul dengan kakinya terhunjam ke lumpur dan kepalanya terhuyung-huyung menghantam kemapanan.

Penginjil Rastafarian
Reggae sinonim dengan gerakan Rastafarian karena Bob Marley lah yang mempopulerkan ke dunia. Pokok ajaran Rastafarian sederhananya percaya bahwa (mantan) Raja Ethiopia Haile Selasie adalah Tuhan, sang penyelamat Kristus yang dijanjikan dalam Injil. Haile Selasie inilah yang dipercaya akan datang menjemput kaum hitam di Karibia untuk kembali ke sorga, di atas bumi Ethiopia. Kaum Rastafarian percaya merekalah orang Yahudi di jaman modern yang tercerai berai, miskin dan terbudakkan, dan seperti dijanjikan Tuhan akan kembali ke tanah impian mereka ; Babilonia baru, Ethiopia. Mereka menyebut tuhannya dengan nama Jah, nama lain Jehovah --tuhan Yahudi dalam Injil.

Rastafarian bersumber dari Haile Selasie adalah Tafari Makonnen. Julukan lengkapnya Ras (Pangeran) Tafari Makonnen, panggilannya Ras Tafari, dan Rastafarian pengikutnya, atau sering disingkat Rasta. Gerakan Rastafarian ini mulanya dibentuk oleh pejuang hak asasi kulit hitam Jamaika, Marcus Garvey dan beberapa rekannya di sekitar pertengahan tahun 20an. Tetapi gerakan Rastafarian tidak pernah benar-benar mampu menyebar ke kalangan orang kulit hitam Karibia apalagi dunia. Baru setelah Bob Marley populer dengan reggaenya, Rastafarian ikut menyebar bak wabah ke seluruh Karibia.
Bagaimana Bob Marley bisa menerima ajaran kalau Tuhan hanyalah seorang manusia biasa dan hanya berlaku buat orang hitam Karibia membuat banyak orang tidak paham. Bob Marley, seperti halnya kaum rastafarian lainnya percaya bahwa Haile Selasie akan hidup selamanya. Namun ketika Selasie meninggal Agustus 1975, Bob Marley sempat menderita shock hebat. Ia kemudian memberi penjelasan bahwa kematian Selasie hanyalah secara fisik, tetapi secara spirit akan terus bersama mereka. Ia bahkan mengaku Jah Rastafari ruting mendatangi serta memberi petunjuk padanya.

Setidak masuk akal apapun kerpecayaan Bob Marley menurut banyak orang, Rasta telah memberi arti hidup buat Bob Marley. Konon menjelang akhir hidupnya ia sering terlihat hingga lewat tengah malam khusuk membaca Injil sambil menghisap ganja -- yang diyakini orang Rasta bukan sekadar tumbuhan biasa tetapi sebuah tumbuhan suci yang bisa membersihkan hati dan jiwa. Ia seperti sedang mempersiapkan diri untuk bertemu kembali dengan Jah Rastafari, Tuhannya. Kritik orang akan kepercayaan yang dianutnya ia pasrahkan lewat salah satu lagu rasta yang paling populer, Get Up, Stand Up.
We sick an' tired of-a your ism-skism game
Dyin' 'n' goin' to heaven in-a Jesus' name, Lord
We know when we understand
Almighty god is a living man.
You can fool some people sometimes
But You can't fool all the people all the
Kami bosan dengan penjelasanmu
Mati dan masuk sorga atas nama Yesus
Kami telah memahami semua
Tuhan yang maha perkasa adalah manusia biasa
Tipuanmu kadang bisa berhasil
Tetapi tidak selalu dan tidak semua bisa kamu tipu
 

Tanggal 11 Mei 1981 Bob Marley meninggal dunia di sebuah rumah sakit Florida diserang habis tumor otak. Ia menghadapi kenyataan yang tak pernah menipu manusia : kematian.